Singkat kata, manajemen (pengelolaan) adalah hal yang dilakukan oleh para manajer. Namun, pernyataan singkat dan sederhana ini tidak banyak memberikan kejelasan bagi kita bukan? Penjelasan yang lebih baik adalah, manajemen melibatkan aktivitas-aktivitas koordinasi dan pengawasan terhadap pekerjaan orang lain, sehingga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan secara efesien dan efektif.
Manajemen melibatkan tanggung jawab memastikan pekerjaan-pekerjaan dapat diselesaikan dengan cara yang efisien dan efektif oleh orang-orang yang bertanggung jawab untuk melakukannya atau setidaknya, hal inilah yang idealnya dijalankan oleh seorang manajer . Efisiensi merujuk pada medapatkan sebesar-besarnya output dari sekecil-kecilnya input. karena manajer dihadapkan pada kelangkaan input. Namun efisien aja belum cukup , manajemen harus berupaya juga menjadi efektif dengan menyelesaikan tugas-tugas yang terwujudnya sasaran organisasi. Efektivitas diidomkan sebagai "mengerjakan hal yang tepat" yaitu menjalankan aktivitas-aktivitas yang secara langsung membantu organisasi mencapai sasarannya.
Perbedaan Efisiensi dan Efektivitas yaitu :
1. Efisiensi berkenan dengan cara mencapai suatu tujuan.
2. Efektivitas berkenan dengan hasil atau pencapaian tujuan tersebut.
Didalam sebuah organisasi yang berhasil, efisiensi dan efektivitas yang tinggi biasanya selalu berjalan beringinan. Manajemen yang buruk biasanya disertai oleh sifat kerja yang tidak efisien dan tidak efektif atau efektif namun efisien.
FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
Henry Fayol , salah satu pengusaha Prancis yang pertama kali mengatakan bahwa setiap manajer menjalankan lima buah fungsi manajemen :
1. Perencanaan (Planning)
2. Penataan (Organizing)
3. Penugasan (Commanding)
4. Pengkoordinasian (Coordinating) dan Pengendalian (Controlling).
namun dimasa ini, hanya ada empat buah fungsi manajemen yaitu dikenal dengan POAC Yang terdiri dari :
1. Planning
Mendefinisikan sasaran-sasaran, menetapkan strategi dan mengembangkan rencana kerja
untuk mengelola aktivitas-aktivitas.
2. Organizing
Menentukan apa yang harus diselesaikan, bagaimana caranya dan siapa yang akan
mengerjakannya.
3. Actuating
Memotivasi, memimpin, dan tindakan-tindakan yang melibatkan interaksi dengan orang-
orang lain.
4. Controlling
Mengawasi aktivitas-aktivitas demi memastikan segala sesuatunya terselesaikan sesuai
rencana.
PERAN-PERAN MANAJEMEN
Istilah peran-peran manajemen (manajemen roles)merujuk pada tindakan-tindakan dan perilaku-perilaku yang diharapkan dari seorang manajer. Mintzberg menggagas 10 peran dasar manajemen yang dapat dikelompokkan menjadi 3 divisi :
1. Peran Jembatan antar pribadi (interpersonal Roles)
- Panutan (Figurehead)
- Pimpinan (Leader)
- Penghubung (Liasion)
- Pengawas (Monitor)
- Penyebar Berita (Disseminator)
- Juru Bicara (Spokesperson)
3. Peran Pengambil keputusan
- Pengusaha (Entreprenuer)
- Pengentas kendala (Disturbance handler)
- Pengalokasian sumber-daya (Resource Allocation)
- Perunding (Negotiator)
KEAHLIAN-KEAHLIAN MANAJEMEN
Robert L. Katz telah mengembangkan sebuah pedekatan untuk menjabarkan keahlian-keahlian manajemen. Keahlian manajemen ada 3 keahlian dasar yaitu :
- Keahlian Teknis (Technical Skill)
yang diperlukan untuk dapat menjalankan dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
Keahlian teknis ini biasanya lebih penting bagi para manajer lini pertama karena mereka
harus mengelola para karyawan bekerja dengan peralatan dan teknik untuk memproduk-
si barang atau jasa untuk pelanggan organisasi.
Sebagai contoh :
Ryan dari perusahaan X membawahi hampir 100 orang teknisi yang bekerja melayani
separuh juta pelanggan perusahaan.
- Keahlian Hubungan Antar Manusia (Human Skills)
didalam kelompok. Setiap manajer harus berhubungan dengan orang lain, maka keahli-
an ini penting bagi semua jenjang manajemen. Seorang manajer dengan keahlian hubu- ngan antar manusia yang baik akan memperoleh sumbangsih terbaik dari para bawah-
nya. Manajer semacam ini mengetahui cara berkomunikasi, memotivasi, mempimpin, -
dan membangkitkan antuisme dari kepercayaan.
Sebagai contoh :
Ryan sebelum menjadi seorang manajer yang memiliki keahlian teknis dan meyadari -
pentingnya mengelola sumber daya manusia dan memberikan pengakuan serta penghar-
gaan bagi mereka yang menjalankan pekerjaannya dengan semangat.
- Keahlian Konseptual (Conceptual Skills)
an menggunakan keahlian ini, seorang manajer dapat memandang organisasi dari per-
spektif keseluruhan, memahami hubungan-hubungan diantara bagian organisasi dan-
membayangkan bagaimana organisasi dapat membaur dengan baik dengan lingkungan
tempat dia berada. Keahlian konseptual paling dibutuhkan oleh manajer puncak.