HAL-HAL
YANG MENYEBABKAN PESAN-PESAN TAK TERORGANISASI DENGAN BAIK
Dalam suatu organisasi, pesan-pesan yang disampaikan oleh
pimpinan kepada para bawahnya, kadang kala tidak teroganisasi dengan baik.
Adapun yang menyebabkannya sebagai berikut :
- Bertele-tele
- Memasukan bahan-bahan yang
tidak relevan
- Menyajikan ide-ide secara
tidak logis
- Informasi penting kadang
kala tidak tercakup di dalam pembahasan
PENTINGNYA PENGORGANISASIAN YANG BAIK
Dengan mengatur ide-ide secara logis, beraturan, dan tidak
bertele-tele, ide yang disampaikan akan dapat memuaskan kebutuhan - kebutuhan
informasi, motivasi maupun praktis bagi para audiens. Untuk dapat
mengorganisasikan pesan-pesan dengan baik, ada empat hal yang perlu
diperhatikan yaitu :
·
Subjek dan tujuan harus jelas
·
Semua informasi harusberhubungan dengan subjek dan
tujuan
·
Ide-ide harus dikelompokan dan disajikan dengan
cara yang logis
·
Semua informasi yang penting harus sudah tercakup
Suatu pesan yang disusun dengan akan membantu audiens memahami
pesan yang disampaikan, membantu audiens menerima pesan, menghemat waktu
audiens dan mempermudahkan pekerjaan komunikator.
- Membantu audiens memahami
suatu pesan
Dapat dilakukan dengan mengemukakan poin-poin
penting secara jelas, menyusun ide-ide secata logis dan runtut dan memasukan
semua informasi yang relevan dalam pesan sehingga membuat audiens mudah untuk
memahami maksud dan tujuan dari pesan
- Membantu audiens menerima
suatu pesan
Disamping membantu dalam memahami maksud dan
tujuan pesan, juga membantu audiens menerima suatu pesan contohnya,seorang
konsumen yang mengadukan masalah pembelian suatu produk ke manajer toko
memperoleh jawaban yang tidak menyenangkan. Mungkin saja surat kabar yang
diberikan sudah disusun dengan menggunakan kata yang logis sehingga dapat
dipahami maksudnya, tetapi tidak diterima oleh konsumen karena gaya bahasa yang
digunakan terlalu menusuk pada sasaran.
- Menghemat waktu
Salah satu tujuan pengorganisasian
pesan-pesan yang baik adalah menyampaikan informasi yang relevan saja agar
wajtu yang dimiliki oleh audiens dapat dihemat.
- Mempermudah pekerjaan
komunikator
Dengan mengetahui apa yang ingin disampaikan
dan mengetahui cara menyampaikannya, rasa percaya diri komunikator, semakin
cepat dan efisien ia menyelesaikan pekerjaanya. Contohnya surat dimulai dengan
suatu pernyataan yang netral sehingga pembaca tidak merasa keberatan untuk
menerimanya, selanjutnya pernyataan penolakan dinyatakan secara tidak langsung
sehibgga pembaca kecewa dan disertai dengan memberikan jalan pemecahan. Pada
penutup surat, selain pernyataan terima kasih, juga disampaikan harapan pada
masa yang akan datang agar tetap terjalin komunikasi yang baik
PENGORGANISASIANPESAN-PESAN
MELALUI OUTLINE
Ada 2 proses dalam mengorganisasi pesan-pesan melalui outline
- Mendefinisikan dan mengelompokkan
ide-ide
Dalam menyusun pesan yang panjang dan
kompleks, outline sangat diperlukan dan menjadi penting karena dengan adanya
outline akan membantu menvisualisasikan hubungan antara bagian yang satu dengan
bagian yang lai. Disamping itu, outline juga akan menuntut untuk
mengkomunikasikan ide-ide denfan cara yang lebih sistematik, efesien dan
efektif. Melalui perencanaan yang baik, outline akan membantu mengekspersikan
transisi antara ide-ide sehingga audiens akan mengertidsn memahami pola
pemikiran.
Susunan suatu
outline ada 3 yaitu :
·
Mulailah dengan ide pokok
Ide pokok dapat dirangkum menjadi
2 hal yaitu apa yang diinginkan terhadap audiens untuk melakukannya dan mengapa
harus melakukan merupakan titik awal untuk membuat outline
·
Nyatakan poin-poin pendukung yang penting
Menyusun poin-poin pendukung yang penting
sebagai pendukung ide-ide pokok tersebutIlustrasi dengan bukti-bukti.
· Tahap
ketiga yaitu mengilustrasikan dengan mengemukakan bukti-bukti yang berhasil
dikumpulkan. Semakin banyak bukti yang disajikan, outline yang dibuat akan
menjadi semakin baik.
- Mententukan urutan dengan
rencana organisasional
Ada
dua pendekatan penting dalam menentukan urutan dengan rencana organisasional yaitu:
a) Pendekatan
Langsung
Pendekatan langsung sering disebut juga sebagai pendekatan deduktif
(Deductive Approach). Ide pokok muncul paling awal, kemudian diikuti
bukti-bukti pendukung. Reaksi audiens cenderung positifb atau menyenangkan.
b) Pendekatan
Tidak Langsung
Pendekatan tidak langsung sering
disebut dengan istilah pendekatan induktif (inductive approach), dimana
bukti-bukti muncul terlebih dahulu kemudian ikut dengan ide pokoknya.
Secara
umum, pendekatan langsung itu baik, jika para audiens mempunyai hasrat,
tertarik senang atau netral terhadap pesan yang akan disampaikan. Jika mereka
menolak pesan-pesan yang anda sampaikan, tidak senang, tidak tertarik, atau
acuh tak acuh, sehingga lebuh baik menggunakan pendekatan tidak langsung. Oleh
karena itu, jika reaksi para audiens positif, gunakanlah pendekatan langsung
dan sebaliknya, jika audiens reaksinya negatif, gunakanlah pendekatan tidak
langsung.
MEMILIH RENCANA ORGANISASIONAL YANG COCOK
Adapun
cara memilih rencana organisasional yang cocok sebagai berikut:
·
Direct Request
Direct
request dapat berbentuk surat maupun memo. Misalnya anda tertarik terhadap
suatu produk baru dan anda berkeinginan sekali mengetahui berbagai hal tentnag
produk tersebut seperti karakteristik, harga dan cara pembayaran, maka anda
dapat membuat direct request.
·
Pesan-pesan Rutin, Good News atau Goodwill
Jika anda
memberikan informasi rutin sebagai bagian dari bisnis tetap anda, audiens akan
menjadi netral. Jika anda mengumumkan penurunan harga, menerima suatu undangan
atau ucapan selamat dari teman sejawat. Maka pesan-pesan rutin, goodnews atau goodwill
lebih cocok dengan menggunakan pendekatan langsung
·
Pesan-pesan Bad News
Jika anda
mengumumkan penolakan suatu lamaran, menolak kredit, merampingkan karyawan atau
menurunkan pangkat, audiens anda umumnya akan kecewa atau tidak menyenangkan.
Oleh karena itu dapat diterapkan pendekatan tidak langsung.
·
Pesan-pesan Persuasif
Bila
audiens benar-benar sangat tidak tertarik terhadap pesan-pesan yang anda
sampaikan, pesan-pesan persuasive dapat dilakukan pendekatan dengan pendekatan
tak langsung
Berikut
ini merupakan rangkuman bagaimana masing-masing berdasarkan rencana
organisasional, pembuka, isi dan penutup sebagai berikut :
|
Reaksi Audiens
|
Rencana Organisasional
|
Pembuka
|
Isi
|
Penutup
|
|
Tertarik
|
Direct Request
|
Mulai dengan permintaan atau
ide pokok
|
Rinci/ detail
|
Rasa hormat dan adanya tindakan
khusus
|
|
Senang
|
Pesan-pesan Rutin
|
Mulai dengan idea tau good news
|
Rinci/detail
|
Rasa hormat refrensi ke good
news
|
|
Tidak Senang
|
Bad news, pernyataan netral
sebagai transisi ke bad news
|
Mulai dengan pernyataan netral,
nyatakan bad news dan beri saran positif
|
Beri alasan yang rasional dan
logis
|
Rasa hormat
|
|
Tidak Tertarik
|
Pesan Persuasif
|
Mulai dengan pernyataan yang
mengundang perhatian
|
Tumbuhkan hasrat audiens
|
Perlu tindakan
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar